JOMBANG – Suaraperistiwa.web.id
Jagat jurnalistik di Kabupaten Jombang digegerkan oleh dugaan tindakan intimidasi terhadap seorang oknum wartawan berinisial S, warga Jombang, yang didatangi sekelompok pemuda menggunakan tiga unit mobil pada Rabu malam (25/12/2025). Kelompok tersebut diketahui berasal dari wilayah Gresik, Mojokerto, dan Kediri.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan sebuah pemberitaan yang sebelumnya dimuat oleh Media Semeru berjudul “Jombang Rawan Penyimpangan Hukum BBM Solar Subsidi Truk Tangki Biru Putih”. Namun, berita tersebut kini diketahui telah diturunkan (takedown), yang memunculkan dugaan adanya intervensi dari pihak tertentu.
Menurut ketentuan Dewan Pers dan Pedoman Pemberitaan Media Siber (PPMS), penghapusan berita tidak dapat dilakukan secara sepihak. Tindakan takedown hanya dibenarkan dalam kondisi tertentu seperti menyangkut perlindungan anak, asusila, konten traumatis, SARA, atau berdasarkan putusan resmi Dewan Pers. Jika terjadi kekeliruan dalam pemberitaan, media wajib melakukan ralat, koreksi, atau hak jawab, bukan menghapus berita akibat tekanan pihak luar.
S mengungkapkan, pada malam kejadian dirinya didatangi sekelompok pemuda di sekitar Exit Tol Jombang. Dalam situasi yang menegangkan, ia diduga dipaksa untuk menurunkan pemberitaan tersebut.
“Saya benar-benar tidak tahu, mas. Saya takut. Saya siap membantu aparat jika memang diperlukan untuk mengungkap persoalan solar subsidi di Jombang,” ujar S dengan nada tertekan.
Lebih lanjut, S menduga kuat bahwa kelompok yang mendatanginya merupakan suruhan pihak tertentu yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik penyelewengan BBM solar subsidi. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan tekanan terhadap insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, khususnya saat mengangkat isu sensitif seperti dugaan mafia BBM subsidi. Publik kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum dan Dewan Pers dalam menjamin perlindungan terhadap jurnalis.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Redaksi Suaraperistiwa.web.id membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
(Tim Redaksi)
Bersambung…








