Beranda / Sosial / Pascakonstruksi Pelebaran Jembatan Sumbiroto–Woro Jadi Polemik, Petani Kepohbaru Bojonegoro Terdampak

Pascakonstruksi Pelebaran Jembatan Sumbiroto–Woro Jadi Polemik, Petani Kepohbaru Bojonegoro Terdampak

BOJONEGORO –
Pascakonstruksi pembangunan pelebaran jembatan di ruas Sumbiroto–Woro 12, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menuai polemik di tingkat bawah. Keluhan datang dari para petani yang terdampak akibat timbunan tanah bekas galian proyek yang belum dibersihkan, Sabtu (3/1/2026).


Timbunan tersebut diduga menjadi penyebab tersumbatnya aliran air irigasi, sehingga mengganggu ketersediaan suplai air ke area persawahan. Kondisi ini sangat dirasakan petani, terutama saat tanaman padi membutuhkan pasokan air secara optimal.


Tak hanya itu, tanah galian proyek juga dilaporkan memakan sebagian lahan pertanian milik warga dan hingga kini belum dilakukan pembersihan secara menyeluruh. Hal ini dinilai sangat mengganggu aktivitas pertanian serta berpotensi menimbulkan kerugian bagi pemilik lahan.


Salah satu petani setempat, Wito, menyayangkan sikap pihak kontraktor yang dinilai lalai dalam melakukan pembersihan pascakonstruksi.


“Setelah saya komplain baru dibersihkan, itupun hanya menggunakan dua orang tenaga kerja. Mana mungkin bisa selesai,” ujarnya.


Ia menegaskan, kelancaran aliran air sangat krusial bagi petani. Jika saluran air tersumbat, dampaknya bisa langsung dirasakan pada hasil panen.
“Saat ini kami sangat membutuhkan aliran air. Kalau aksesnya tersumbat dan air tidak bisa mengalir ke sawah, jelas berdampak pada panen. Kami minta ada percepatan agar kondisi bisa kembali seperti semula,” tambahnya.


Wito juga menyoroti pembuangan tanah galian yang dinilai tidak tertata dan merugikan pemilik lahan pertanian.


“Tanah galian selain menyumbat saluran air, juga dibuang sembarangan dan memakan sawah warga. Ini harus segera dibersihkan agar tidak ada pihak yang dirugikan akibat proyek ini,” tuturnya.


Secara umum, pembersihan pascakonstruksi yang tuntas dan tepat merupakan tahapan penting yang wajib dilakukan guna menjamin keamanan, keberlanjutan lingkungan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, pihak CV Mahkota Multi Mandiri selaku pelaksana kegiatan pelebaran jembatan Sumbiroto–Woro, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan akan melakukan upaya pembersihan.

candra

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *