Beranda / Hukum / Dugaan Mafia Solar Subsidi di Jatim Menguat, Oknum Wartawan dan Oknum TNI Disebut Jadi Pengendali dan Pendana

Dugaan Mafia Solar Subsidi di Jatim Menguat, Oknum Wartawan dan Oknum TNI Disebut Jadi Pengendali dan Pendana

JAWA TIMUR – Dugaan praktik mafia solar subsidi di Jawa Timur kian menguat dan mulai membuka tabir jaringan yang diduga terstruktur. Selain adanya indikasi keterlibatan oknum anggota TNI aktif, dua oknum wartawan juga disebut-sebut berada dalam lingkaran jaringan distribusi BBM jenis solar secara ilegal.Informasi tersebut muncul dari keterangan sejumlah narasumber yang mengetahui aktivitas jaringan tersebut di lapangan. Salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut dua oknum wartawan berinisial Khoi dan Pray diduga memiliki peran penting dalam pengaturan jalur distribusi solar subsidi ilegal di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Menurut sumber tersebut, keduanya tidak sekadar mengetahui aktivitas tersebut, tetapi diduga berperan sebagai penghubung sekaligus pengendali distribusi dalam jaringan tersebut.Bahkan, keduanya disebut-sebut menjadi orang kepercayaan dari dua oknum anggota TNI aktif berinisial Dir dan Tir yang diduga berperan sebagai pendana utama dalam jaringan distribusi solar ilegal di Jawa Timur.

Tidak hanya itu, di lapangan juga beredar informasi adanya sejumlah oknum wartawan lain yang diduga ikut terlibat sebagai pengangsu solar subsidi dari berbagai SPBU di beberapa daerah.“Selain Khoi dan Pray sebagai pengendali, ada juga oknum wartawan lain yang bertugas ngangsu solar dari SPBU di beberapa wilayah seperti Sidoarjo, Mojokerto, hingga Gresik,” ungkap narasumber tersebut, Rabu (11/03/2026)

.Lebih jauh, praktik mafia solar ini diduga telah berjalan secara rapi dan terorganisir, bahkan disebut melibatkan pembahasan mengenai “atensi bulanan” kepada sejumlah pihak.“Sempat bercerita si Pray bahwa atensi bulanan itu sudah mencakup berbagai institusi. Bahkan dia pernah terlihat di Polresta Sidoarjo bersama rekan-rekannya. Katanya untuk ngasih bulanan,” ujar narasumber tersebut menirukan pengakuan yang didengarnya.

Jika informasi tersebut benar, maka praktik tersebut mengindikasikan adanya sistem perlindungan tertentu yang membuat jaringan distribusi solar ilegal tersebut bisa berjalan relatif lancar.Pengamat Hukum: Jika Benar, Ini Jaringan Mafia BBM TerorganisirMenanggapi berbagai informasi tersebut, pengamat hukum menilai dugaan tersebut sangat serius dan harus segera diusut secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

Menurutnya, praktik mafia solar dalam skala besar hampir mustahil dapat berjalan tanpa adanya jaringan kuat, perlindungan, serta aliran dana yang terstruktur.“Jika benar ada pengakuan mengenai atensi bulanan kepada pihak-pihak tertentu, maka itu persoalan yang sangat serius. Aparat penegak hukum harus menelusuri aliran dana tersebut secara menyeluruh,” tegasnya.Ia menambahkan, dugaan adanya setoran rutin atau atensi bulanan justru memperkuat indikasi bahwa jaringan tersebut tidak hanya melibatkan pelaku lapangan, tetapi juga diduga memiliki sistem perlindungan tertentu.“Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada sopir atau pelaku kecil di lapangan. Yang harus diungkap adalah siapa saja aktor di belakang jaringan tersebut,” ujarnya.Harem juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota TNI aktif yang disebut sebagai pihak pendana dalam jaringan distribusi solar subsidi ilegal tersebut.

Menurutnya, jika informasi tersebut benar, maka Mabes TNI harus segera melakukan penelusuran secara terbuka dan tegas.“Jika benar ada oknum anggota TNI aktif yang terlibat dalam pendanaan bisnis solar ilegal, maka Mabes TNI harus bertindak tegas. Jangan sampai institusi sebesar TNI tercoreng hanya karena ulah segelintir oknum,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi merupakan kejahatan ekonomi serius yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.“BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Jika justru dijadikan ladang bisnis oleh oknum-oknum tertentu, itu jelas bentuk pengkhianatan terhadap amanah negara,” tegasnya.

Berawal dari Temuan Truk Tangki di TulungagungKasus ini mencuat setelah awak media bersama LSM menemukan sebuah truk tangki biru putih bertuliskan PT Agung Pratama Energy (APE) dalam kondisi mencurigakan di wilayah hukum Polsek Sumbergempol, Polres Tulungagung, Selasa (10/03/2026) sekitar pukul 00.45 WIB.Sopir truk berinisial YD mengaku muatan yang dibawanya merupakan solar bersubsidi yang diambil dari sebuah lapak penampungan di wilayah Nganjuk, milik dua orang berinisial EGL dan LD.

Solar tersebut rencananya akan dikirim ke sebuah perusahaan AMP di kawasan Rejotangan, Tulungagung.“Ngambilnya di lapak milik mereka berdua. Mau dikirim ke perusahaan AMP di Rejotangan,” ujar YD.Namun saat ditanya mengenai dokumen pengangkutan maupun legalitas muatan, sopir mengakui solar tersebut tidak memiliki dokumen resmi.“Barang ini ilegal, Pak. Ada oknum loreng di barang ini,” katanya.Sopir juga menyebut dua nama berinisial Dir dan Tir yang disebutnya sebagai oknum anggota TNI aktif yang diduga menjadi pendana jaringan solar ilegal di Jawa Timur.

Atas temuan tersebut, tim media dan LSM kemudian menghubungi aparat Polsek Sumbergempol Polres Tulungagung agar kendaraan tangki tersebut diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Sumbergempol, Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, serta institusi TNI masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi resmi terkait berbagai nama yang disebut dalam dugaan jaringan mafia solar subsidi tersebut.(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *